Sejarah dan Perkembangan BIPA di Indonesia

Assalamualaikum Wr. Wb.

Halo gaes, Welcome to my Blog. Kali ini saia ingin share tentang sejarah dan perkembangan BIPA di Indonesia. Without further ado, let's dive into it!
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari pulau-pulau yang berada di Asia Tenggara dan memiliki banyak kekayaan alam maupun budayanya. Dengan hal ini maka tak heran jika Indonesia merupakan negara yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai negara. Bahasa merupakan hal penting ketika seseorang berkunjung ke suatu negara. Karena pastinya membutuhkan adanya komunikasi dengan penduduk lokal di daerah tersebut. Meskipun bahasa inggris merupakan bahasa universal yang digunakan oleh seluruh dunia, tetapi tak kurang dari penduduk lokal yang tidak bisa menggunakan bahasa inggris, maka disisi lain para wisatwan pun dituntut untuk bisa menggunakan bahasa dari negara tersebut untuk mempermudah komunikasi. Para wisatawan asing dapat bergabung dalam program BIPA. Program tersebut tidak hanya ditujukan kepada wisatawan saja, tetapi bisa digunakan oleh pelajar maupun pekerja asing. Pembelajaran BIPA pada saat ini merupakan upaya dalam internasionalisasi bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia. Hal itu merupakan dampak dari arus globalisasi yang positif Penyelenggaraan program pengajaran BIPA dilandasi oleh pertimbangan bahwa di dalam era global, semakin penting dan potensial posisi bahasa Indonesia dalam hubungan dengan dunia internasional. Dengan demikian, negara Indonesi besar harapan Bahasa Indonesia untuk menjadi jembatan dalam berbagai hubungan kenegaraan dalam segala aspek, karena bagaimanapun juga bahasa merupakan alat yang penting, terutama sebagai alat berkomunikasi.

Selain itu Indonesia  merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk terpadat di dunia. Hal ini pulalah yang menjadikan Indonesia menjadi negara yang penting bagi negara-negara di dunia, baik dari segi ekonomi, perdagangan, politik, pendidikan, maupun budayanya. Seiring dengan pentingnya keberadaan Indonesia di mata dunia, bahasa Indonesia pun terkena imbas, yakni semakin banyak dipelajari oleh para penutur asing. Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa di dunia yang berkembang pesat pesat pada abad 20-an. Pengajaran Bahasa Indonesia terus mengalami peningkatan, baik di luar maupun dalam negeri. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, Republik Indonesia, sejak tahun 2000 telah menyelenggarakan kegiatan pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing. Sementara perintisan BIPA itu sendiri ada sejak 1990-an. Kemudian, pada tahun 1999-an dibentuk tim khusus untuk menangani BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Penyelenggaraan kegiatan pengajaran BIPA dilandasi oleh pertimbangan bahwa di dalam era global, posisi bahasa Indonesia dalam hubungan dengan dunia internasional semakin penting dan potensial. Dengan demikian, besar harapan Bahasa Indonesia untuk menjadi jembatan dalam berbagai hubungan kenegaraan, karena bagaimanapun juga bahasa merupakan alat yang penting, terutama sebagai alat berkomunikasi.

Para pengajar BIPA saat ini sudah mempunyai organisasi internasional khusus yang disebut Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing atau APBIPA. Salah satu tujuan dibentuknya organisasi ini adalah untuk menjalin kemitraan dan kerja sama dalam pengembangan pengajaran BIPA ke arah yang lebih profesional. Untuk itulah setiap tiga tahun sekali APBIPA menyelenggarakan konferensi internasional.

Pada Kongres Bahasa Indonesia VI (1993), perkembangan BIPA di luar negeri sangat terlihat adanya keragaman motivasi sosial dan politik seperti yang sering kita lihat dalam keterlibatan pemerintah, lembaga swasta, universitas, kerja sama internasional, orientasi pengajaran, penyediaan materi ajar, dan manajemen pelatihan. Perkembangan BIPA di luar negeri ini khususnya di Korea, Australia, Amerika Serikat, Jerman, dan Rusia. Akan tetapi, sebagian besar pemelajar BIPA adalah dari Korea. Sifat pembelajaran BIPA yang melibatkan penutur asing ini membuat kebanyakan kegiatan pembelajaran BIPA berlangsung di luar Indonesia. Minat penutur asing untuk mempelajari Bahasa Indonesia memang semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya orang asing yang ingin mempelajari Bahasa Indonesia dengan berbagai tujuan, seperti tujuan politik, ekonomi, perdagangan, seni-budaya, wisata, maupun pendidikan.

Secara umum, tidak kurang dari 36 negara telah mengajarkan Bahasa Indonesia kepada para penutur asing, seperti Amerika Serikat, Jerman, Italia, Jepang, Korea, Cina, dan Autralia. Di negara-negara tersebut, Bahasa Indonesia diajarkan di KBRI, lembaga-lembaga kursus, dan universitas-universitas. Di Amerika Serikat ada sekitar sembilan universitas yang mengajarkan Bahasa Indonesia untuk mahasiswanya, seperti Cornell University, Michigan University, dan Hawaii University yang bernaung dalam sebuah konsorium pengajaran bahasa. Di Cina juga telah menyelenggarakan pengajaran Bahasa Indonesia sejak tahun 1950-an. Pengajaran BIPA di Cina pertama kali diselenggarakan di akademi Bahasa Asing Nanjing, tahun 1940-an. Awal tahun 1960-an, seiring dengan perkembangan hubungan persahabatan Cina-Indonesia, Institut Bahasa Asing Beijing membuka jurusan Bahasa Indonesia. Selain Cina dan Amerika Serikat, di Jerman juga ada 10 universitas dan di Italia ada lebih dari enam universitas yang mengajarkan Bahasa Indonesia.

So, that's all from me. Jumpa lagi di kesempatan berikutnya, wabillahi taufik walhidayah.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar