Peringatan Maulid Nabi tanggal 9 September 2025

 


Nama Guru                      : Muhammad Al-Fathaan, S.Pd.

Satuan Pendidikan         : SD AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG

Kelas / Semester            : 1 / 1

Alokasi Waktu                : 2 x 35 menit (Masjid SD Al-Azhar Bandar Lampung)

Materi                               : Sejarah singkat dan Makna dibalik Maulid Nabi Muhammad SAW

Materi Pembelajaran

Sejarah Maulid Nabi

Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahb. Ayahnya wafat sebelum beliau lahir, sehingga dibesarkan sebagai yatim. Nabi kecil sempat diasuh Halimah Sa’diyah, lalu kembali ke ibunya hingga usia 6 tahun sebelum ibunya wafat. Setelah itu diasuh kakeknya Abdul Muthalib, kemudian pamannya Abu Thalib.

Sejak muda, Nabi dikenal jujur dan dipercaya dalam berdagang hingga menikah dengan Khadijah. Pada usia 40 tahun, beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira dan mulai berdakwah, awalnya sembunyi-sembunyi lalu terang-terangan. Nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam hingga akhir hayatnya.

Awal Mula Peringatan Maulid Nabi

Peringatan Maulid dimaksudkan untuk mengenang kelahiran Nabi dan meneladani ajarannya. Ada beberapa pendapat tentang asal-usulnya:

  1. Dinasti Fatimiyah (Mesir, Syiah Ismailiyah) – abad ke-4 H.

  2. Sultan Abu Said Muzhaffar (Irak, Ahlus Sunnah) – merayakan dengan undangan ulama, pemberian hadiah, dan sedekah.

  3. Salahuddin Al-Ayyubi – untuk membangkitkan semangat jihad melawan pasukan Salib.

Di Indonesia, tradisi Maulid berkembang sejak masa Wali Songo sekitar tahun 1404 M. Perayaannya dikenal dengan nama Syahadatin atau Grebeg Mulud, ditandai dengan shalawat, pembacaan sejarah Nabi, dan upacara nasi gunungan. Mayoritas ulama membolehkan bahkan menganjurkan Maulid Nabi sebagai wujud syukur dan cinta kepada Rasulullah, meskipun ada ulama yang menolaknya. Perbedaan ini sebaiknya disikapi dengan bijak.

KESIMPULAN

Kehikmatan dari peringatan Maulid Nabi termasuk sebagai kesempatan untuk memperkuat kembali kasih kita kepada beliau, dan untuk mengikuti teladan serta ajarannya secara utuh.

Komentar